Rabu, Agustus 06, 2008

Hehehehe.....

Janji lho ya?

Suatu ketika mandilah seorang lelaki di air terjun nan indah .....
Mandilah dia dengan menanggalkan semua pakaiannya .. dan berkecipak-cipuk
bermain dengan air ....... dari jarak kejauhan datanglah seorang banci
berjalan dan mendekat, mengintip lelaki tersebut yang sedang mandi ......
si banci menikmatinya ....... dan ... UPPPS !!!! si banci menginjak ranting
.."KKKRRRIIIIIEEEEK"
Si lelaki terperanjat !!!
Lelaki : SIAPA TUCH ??
Banci : (diam saja ... takut ketahuan).... ... karena tidak ada yang menjawab
si lelaki melanjutkan mandinya.., tetapi si banci sial, dia jatuh terpeleset , "GUUUBRAAK"
Lelaki : SIAPA LAGI TUCH ? KALO GAK NGAKU GW SUMPEL PAKE BARANG GW
LOH!!!!
Si banci keluar dari persembunyiannya sambil senyum-2 genit berkata
".... JANJI LHO YA .....!"
--------------------------------------------------------

AKAR MAWAR
Seorang cewek seksi baru saja membuat tato bunga mawar di lengan
atasnya. Sadar tubuhnya bohai dan mau pamer tato mawar di
lengannya,cewek itu berjalan melewati kerumunan pemuda yang sedang asik
nongkrong dengan mengenakan tank top.
Cowok-cowok: "Hai cewek....Boleh kita cium mawarnya?"
Cewek : "Boleh....Siapa duluan?"
Cowok2 itu langsung semangat dan bergegas menghampiri cewek itu Cewek
: [sambil angkat tangan] "TAPI CIUM DULU AKARNYA!!!!"
-------------------------------------------------------------

Didorong
Setelah puas menggagahi gadis muda belia, seorang pemerkosa naas karena
kepergok warga. Pengadilan menjatuhi hukuman cambuk 200x dipantatnya.
Pantat : [sambil meringis kesakitan & ga terima perlakuan cambuk] "Anu
sialan!!!
Lo yang enak, gue yang sakit"
Anu : [sewot] "Pantat sialan!!! emang ini salah siapa? gue cuma mau
liat2 doang....ngapain lo dorong-dorong"
---------------------------------------------------------------------

Isinya kecil
Seorang pria sedang asik menatap istrinya yang sedang mencoba bh-nya
yang baru beli. "Untuk apa beha itu kau beli?" tanyanya. "Tokh kau
tidak punya apa pun untuk dibungkus ...." "Hei," potong istrinya.
"Apakah aku pernah ribut kalau kau memakai celana dalam?"
-----------------------------------------------------------------------

Bodoh jadi cerdas
Seorang bapak mengajak anaknya yang baru berusia tujuh tahun ke kamp
perkemahan kaum nudis. Si anak terheran-heran melihat berbagai macam
ukuran kemaluan pria. Si bapak menjelaskan kepada anaknya, "Nak, besar
kecilnya kemaluan itu ditentukan oleh kecerdasan. Kemaluan orang cerdas
biasanya besar dan kemaluan orang bodoh biasanya kecil." Beberapa hari
setelah itu, si anak lapor kepada bapaknya ketika ia baru pulang dari
kerja, "Pak, tadi siang ibu bercanda dengan orang bodoh di dalam kamar.
Tapi makin lama saya lihat orang itu semakin cerdas."

Posisi
Seorang suami menggugat cerai istrinya ke pengadilan. Di pengadilan,
dia dihadapkan beberapa pertanyaan.
Hakim: "Apakah anda serius untuk menceraikan isteri Anda?"
Suami: "Serius Tuan Hakim"
Hakim: "Mengapa?"
Suami: "Karena ia diperkosa, Tuan Hakim"
Hakim: "Hah? Bukankah Anda harus membelanya. Bukan menceraikannya?"
Suami: "Seharusnya Pak Hakim. Tapi, saya lihat dia sempat ganti
posisi..."
--------------------------------------------------------------------------

KELAS BAHASA INDONESIA

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa
Indonesia yang paling ditakuti telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang
seperti harimau kelaparan.

Murid-murid: Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking): Mengapa bilang selamat pagi saja, Kalau
begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?

Murid-murid: Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru...

Bu guru: Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat
seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, kan lebih bagus didengar dan
penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.

Murid-murid: Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu guru: Sama-sama, duduk! Dengar baik-baik!! Hari ini saya mau menguji
kalian semua tentang lawan kata atau antonim kata. Kalau saya sebutkan
perkataannya, kamu semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya,
mengerti?

Murid-murid: Mengerti Bu Guru...

Guru: Pandai!
Murid-murid: Bodoh!

Guru: Tinggi!
Murid-murid: Rendah!

Guru: Jauh!
Murid-murid: Dekat!

Guru: Berjaya!
Murid-murid: Menang!

Guru: Salah itu!
Murid-murid: Betul ini!

Guru (geram): Bodoh!
Murid-murid: Pandai!

Guru: Bukan!
Murid-murid: Ya!

Guru (mulai pusing): Oh Tuhan!
Murid-murid: Oh Hamba!

Guru: Dengar ini...
Murid-murid: Dengar itu...

Guru: Diam!!!!!
Murid-murid: Ribut!!!!!

Guru: Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid: Ini adalah jawaban, pandai!!!

Guru: Mati aku!
Murid-murid: Hidup kami!

Guru: Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid: Kita akar lama tak tau rasa!!

Guru: Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid: Rajin kami belajar bu guru...

Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid: Kami waras sebagian!!!

Guru: Cukup! Cukup!
Murid-murid: Kurang! Kurang!

Guru: Sudah! Sudah!
Murid-murid: Belum! belum!

Guru: Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid: Sebab saya seorang pandai!

Guru: Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid: Oh! Mengalah, tidak??!!

Guru: Kurang ajar!
Murid-murid: Cukup ajar!

Guru: Habis aku!
Murid-murid: Kekal Kamu!

Guru (putus asa): O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid: K.O. Pelajaran belum mulai!

Guru: Sudah, bodoh!
Murid-murid: Belum, pandai!

Guru: Berdiri!
Murid-murid: Duduk!

Guru: Bego kalian ini!
Murid-murid: Cerdik kami itu!

Guru: Rusak!
Murid-murid: Baik!

Guru (stres): Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid: Dilepaskan tengah malam itu!!!

Muka Bu Guru merah padam dan tanpa bicara lagi mengambil buku-bukunya dan
keluar ruangan. Murid-murid merasa lega kerana guru yang paling ditakuti
oleh mereka telah keluar. Walau bagaimanapun, mereka merasa bangga karena
telah dapat menjawab semua pertanyaan tadi.
------------------------------------------------------------------------------------

DASAR BUDEG

Ginting, seorang profesional asal Medan yang agak tuli baru pertama kali datang ke Jogja.
Pada suatu hari ia ingin sekali minum minuman khas daerah Jogja, yaitu dawet (cendol).

Ginting : Mbak, beli dawetnya.
Mbak : Sampun telas mas.

Ginting : Iya, memang harus pake gelas...
Mbak : Mboten wonten mas.

Ginting : Btul, memang saya suka pake santen...
Mbak : (Dengan nada kesal) Dasar sinting !!!

Ginting : Lho, koq tau nama saya Ginting...?
Mbak : (Tambah kesal) Dasar wong edan.

Ginting : Wah mbak btul lagi... saya memang dari Medan !
Mbak : (Sambil menggerutu) Dasar wong ora duwe otak..!!

Ginting : Bnar, bnar saya orang Batak !
Mbak : Dasar budeg ....!!!!

Ginting : Selain cendol saya memang suka gudeg.
Mbak : Sampeyan kok kurang kerjaan to ?

Ginting : Bnar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang kerjaan,
e-mail kayak gini ini juga dibaca sampai habis !


Hayoooo pada kerja lagi....... !!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar