Pages

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 25, 2010

Kenapa Gigi Bungsu


Dari beberapa pertanyaan yang masuk sering menanyakan mengapa sakit saat sibungsu tumbuh, apa memang harus sakit? Kebanyakan memang terasa sakit namun mengapa gigi bungsu harus tumbuh kalau hanya untuk membuat masalah. Mari kita bersama-sama menelusuri jejak langkah si bungsu yang selalau dipermasalahkan ini.

Pertumbuhan atau kemunculan gigi bungsu yang dalam dunia kedokteran gigi sering disebut dengan dens molaris inferior tertius atau molar ketiga ini memang kerap memberikan rasa sakit yang sangat menggangu aktifitas kita. Beberapa dari kita mungkin kurang paham akan gigi bungsu ini. mungkin saya dapet menjelaskan sedikit mengenai gigi bungsu ini.

Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 18-20 tahun.

Gigi bungsu termasuk dalam kategori struktur vestigial, yaitu struktur yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang sejalan dengan evolusi. Banyak ahli berpendapat bahwa perubahan jenis makanan pada manusia modern dari mentah menjadi dimasak membuat makanan lebih lunak. Selain itu, pemeliharaan gigi moderen mengalami kemajuan pesat. Akibatnya kerusakan pada gigi berkurang. Kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan gigi mengalami impaksi. Karena jaringan sekitarnya yang terlalu padat, adanya retensi gigi susu yang berlebihan, tanggalnya gigi susu terlalu awal. Bisa juga karena tidak adanya tempat untuk erupsi. Rahang "kesempitan" gara-gara pertumbuhan tulang rahang kurang sempurna.

Ada teori lain. Pertumbuhan rahang dan gigi mempunyai tendensi bergerak maju ke arah depan. Apabila pergerakan ini terhambat oleh sesuatu yang merintangi, bisa terjadi impaksi gigi. Misalnya, karena infeksi, trauma, malposisi gigi, atau gigi susu tanggal sebelum waktunya.

Sementara, menurut teori Mendel, pertumbuhan rahang dan gigi dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah satu orang tua (ibu) mempunyai rahang kecil, dan bapak bergigi besar-besar, ada kemungkinan salah seorang anaknya berahang kecil dan bergigi besar-besar. Akibatnya, bisa terjadi kekurangan tempat erupsi gigi bungsu, dan terjadilah impaksi.

Sempitnya ruang erupsi gigi bungsu, menurut drg. Danardono, itu karena pertumbuhan rahangnya kurang sempurna. Hal ini bisa karena perubahan pola makan. Manusia sekarang cenderung menyantap makanan lunak, sehingga kurang merangsang pertumbuhan tulang rahang.

Makanan lunak yang mudah ditelan menjadikan rahang tak aktif mengunyah. Sedangkan makanan banyak serat perlu kekuatan rahang untuk mengunyah lebih lama. Proses pengunyahan lebih lama justru menjadikan rahang berkembang lebih baik. Seperti diketahui, sendi-sendi di ujung rahang merupakan titik tumbuh atau berkembangnya rahang. Kalau proses mengunyah kurang, sendi-sendi itu pun kurang aktif, sehingga rahang tidak berkembang semestinya. Rahang yang harusnya cukup untuk menampung 32 gigi menjadi sempit. Akibatnya, gigi bungsu yang selalu tumbuh terakhir itu tidak kebagian tempat untuk tumbuh normal. Ada yang tumbuh dengan posisi miring, atau bahkan "tidur" di dalam karena tidak ada tempat untuk nongol.

Maka, untuk mendukung perkembangan rahang, sebaiknya sering-sering mengkonsumsi makanan berserat supaya gigi jadi lebih aktif menggigit, memotong, dan mengunyah. Rahang pun menjadi makin aktif dan diharapkan akan tumbuh normal. Dampaknya, pertumbuhan gigi pun bisa lebih bagus. Tapi jangan lupa, periksakan gigi secara rutin untuk memantau kesehatan gigi.

Beberapa sumber memberikan definisi yang berbeda dan tanggapan yang berbeda tentang gigi bungsu ini, salah satu sumber yang membahas tentang masalah pada gigi bungu ini dapat saya kutipkan dan menurut saya lengkap menjelaskan masalah pada gigi bungsu ini dari wikipedia.

Masalah pada gigi bungsu

Gigi yang berdesakan

Karena gigi bungsu tumbuh paling akhir, terkadang rahang tidak memiliki tempat yang cukup untuk gigi bungsu tumbuh dengan wajar. Akibatnya gigi bungsu mendesak gigi geraham yang berada di depannya. Hal ini akan mengakibatkan sakit pada gigi. Masalah ini umumnya diatasi dengan mencabut gigi bungsu yang baru tumbuh. Bila gigi bungsu menempati posisi yang sulit untuk dicabut, yang dicabut adalah gigi geraham yang terdesak sehingga gigi bungsu mendapat tempat yang cukup untuk tumbuh.


Gigi yang tidak muncul sempurna pada gusi

Terkadang gigi bungsu tidak muncul dengan sempurna pada gusi. Gusi yang menutupi gigi dapat menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi dan sakit pada gigi.

Pengobatan


Pencabutan

Sebelum dicabut, gigi umumnya akan difoto terlebih dahulu dengan sinar X untuk mengetahui bentuk, posisi dan kedalaman gigi. Pencabutan gigi bungsu biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal, namun terkadang juga dilakukan dengan bius total. Walaupun tergolong operasi kecil, pencabutan gigi sebaiknya dilakukan secara profesional oleh dokter gigi, mengigat komplikasi yang mungkin timbul saat dan setelah pencabutan.


Hal yang perlu diperhatikan setelah pencabutan gigi

Untuk mempercepat proses penyembuhan:
Usahakan beristirahat sepanjang hari dan tidak mengerjakan pekerjaan berat.
Hindari merokok. Bila memungkinkan selama proses penyembuhan (3-4 hari), minimal selama 24 jam setelah operasi.
Hindari berkumur atau menggosok gigi selama 24 jam setelah operasi
Setelah 24 jam, kebersihan daerah operasi dapat dijaga dengan berkumur air hangat bergaram (1 sendok teh garam untuk 1 gelas air) minimal 4 kali sehari. Berkumurlah dengan hati-hati karena tekanan dapat menyebabkan lubang bekas operasi terbuka lagi dan terjadi pendarahan.
Setelah 24 jam, meggosok gigi dapat dilakukan dengan hati-hati, terutama di daerah operasi.
Bila diberi obat penahan sakit dan antibiotik, minumlah sesuai petunjuk dokter. Antibiotik harus dihabiskan walaupun gigi sudah tidak terasa sakit. Sebaliknya, obat penahan sakit dapat dihentikan bila sakit mereda.
Makan dan minumlah seperti biasanya. Hindari berdiet, karena makan dan minum yang cukup sangat penting untuk proses penyembuhan.
Hindari minum menggunakan sedotan karena tekanannya dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi.
Hindari minuman bersoda karena busanya diperkirakan dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi. Minuman jus buah terutama jeruk sangat disarankan.
Makan tambahan vitamin C dianjurkan.
Untuk menghindari pembengkakan, setelah operasi rahang sebaiknya dikompres dengan es atau air dingin. Tempelkan kompres dingin selama 15 menit, diseling 10 menit tanpa kompres, diulang sampai saat istirahat malam.
Pada hari-hari setelah hari operasi, rahang dapat dikompres dengan kompres hangat, untuk menstimulasi peredaran darah di daerah gigi bungsu yang dapat mempercepat penyembuhan.

Selain hal-hal di atas, pembiusan yang dilakukan sebelum operasi juga dapat berpengaruh pada kemampuan psikis dan mekanis. Jangan berkendara, melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, atau menandatangani dokumen penting pada hari yang sama. Bila menggunakan bius total, usahakan ada seseorang yang dapat menemani selama minimal satu hari tersebut.


Masalah yang mungkin timbul setelah pencabutan


Pendarahan

Pendarahan tidak dapat dihindari dan dapat berlangsung selama satu hari penuh. Berkumur pada saat pendarahan terjadi sangat tidak dianjurkan. Pendarahan akan berhenti saat darah mulai menggumpal di lubang pencabutan, dan berkumur dapat menyebabkan gumpalan darah terlepas. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan dan menyebabkan pendarahan terjadi lebih lama.

Bila terjadi pendarahan, letakkan gulungan kecil kasa steril (umumnya diberikan oleh dokter gigi) pada lubang bekas pencabutan. Kasa harus digigit dengan baik dengan tekanan secukupnya. Cara ini akan membantu menghentikan pendarahan, tetapi jangan dilakukan telalu berlebihan sehingga menimbulkan iritasi pada lubang pencabutan. Gulungan kasa hanya boleh digigit selama sekitar 20 menit. Bila terlalu lama, darah dapat membeku pada kasa dan gumpalan darah dapat terlepas lagi saat kasa dibuang. Bila pendarahan masih terjadi setelah 20 menit, ganti dengan kasa yang baru. Demikian seterusnya hingga pedarahan berkurang atau berhenti.

Bila pendarahan terus berlanjut setelah 1 hari, segera kembali ke dokter gigi dan laporkan. Pendarahan yang terus menerus menunjukkan masalah pada proses penyembuhan.


Lubang operasi tidak tertutup sempurna (Dry socket)

Pada umumnya, setelah gigi bungsu dicabut, darah akan menggenangi lubang bekas gigi dan menggumpal. Terbentuknya gumpalan darah ini sangat penting karena berfungsi sebagai tempat gusi kemudian akan tumbuh menutupi lubang. Diperkirakan sebanyak 5-10% kasus mengalami penutupan lubang yang tidak sempurna atau terlepasnya gumpalan darah sebelum waktunya, sehingga syaraf pada gusi dan bahkan tulang rahang menjadi terbuka (dry socket). Telah diketahui bahwa umumnya penderita dry socket adalah perempuan yang minum pil kontrasepsi. Diperkirakan dry socket dapat dihindari dengan melakukan operasi pada hari ke-22 hingga ke-28 siklus, yaitu saat kadar estrogen sedang pada titik terendah.


Infeksi

Infeksi yang terjadi saat proses penyembuhan dapat dihindari dengan minum antibiotik dan menjaga kebersihan mulut. Berkumur dengan air garam setiap selesai makan dapat membantu membersihkan daerah operasi.
(xxxxx)

Kamis, Februari 11, 2010

Istilah Kedokteran

Abatisasi.
Pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air, termasuk bak mandi, jambangan bunga, selokan dsb. Biasanya dilakukan dalam rangka membasmi nyamuk Aedes aegypti dan mencegah wabah. Tindakan ini tidak membunuh nyamuk tetapi membunuh jentik-jentiknya untuk memutuskan mata rantai perkembang-biakannya.
Usaha ini hanya dapat mencapai tujuan bila dilakukan secara serempak oleh warga dari suatu wilayah atau beberapa wilayah yang luas.

Acute Renal Failure (ARF).
Penyakit gagal ginjal akut, dimana ginjal tidak dapat lagi menjalankan fungsinya sebagai organ pembuangan, ginjal secara relatif mendadak tidak dapat lagi memproduksi cairan urine yang merupakan cairan yang mengandung zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh dan harus dikeluarkan dari tubuh.

Aedes aegypti.
Nyamuk yang menjadi perantara penularan penyakit Demam Berdarah Dengue.Nyamuk ini biasa ditemukan di dalam atau di halaman sekitar rumah.Berbeda dengan nyamuk lain yang biasa berkeliaran pada malam hari, Aedes berbadan sedikit lebih kecil, tubuhnya sampai ke kaki berwarna hitam bergaris-garis putih dan nyamuk ini aktif di siang hari.
Nyamuk ini biasa bertelur pada genangan air yang tenang dan bersih, seperti jambangan bunga, tempayan dsb.

Anaerob,
bersifat tidak membutuhkan oksigen atau keadaan tidak ada oksigen. Contoh : Dalam suasana anaerob bakteri tetanus akan hidup dan berkembang biak, artinya dalam keadaan tidak ada oksigen bakteri itu hidup dan berkembang biak. Bakteri yang demikian disebut bakteri anaerob.

Aerob,
bersifat membutuhkan oksigen atau keadaan mengandung oksigen. Contoh : bakteri aerob bakteri yang membutuhkan adanya oksigen untuk kehidupannya, bila tak ada oksigen bakteri tsb. akan mati.

Analgetika.
Golongan obat yang berkhasiat mengurangi rasa sakit, seperti aspirin, parasetamol dsb.

Anamnesis / anamnese / anamnesa
Wawancara oleh dokter kepada pasiennya untuk menggali / mengetahui riwayat penyakit dan apa yang dirasakan pasiennya tanpa (sebelum) melakukan pemeriksaan fisik pasien tsb. Keluhan dan riwayat penyakit berdasarkan apa yang disampaikan oleh pasien kepada dokter yang memeriksanya.

Anatomi
Struktur atau susunan bagian-bagian/organ-organ tubuh (manusia.hewan maupun tumbuh-tumbuhan). Ilmu yang mempelajari struktur atau susunan bagian-bagian/organ-organ tubuh (manusia.hewan maupun tumbuh-tumbuhan).

Antipiretika.
Golongan obat yang berkhasiat menurunkan panas, seperti parasetamol, antalgin dsb.


Apamin,

Salah satu komponen dari bisa(racun) lebah(tawon) yang bersifat racun terhadap sistem syaraf, terhadap sel-sel darah dan mempunyai pengaruh dalam pengeluaran cortisol (suatu hormon).

Artesunate,
Salah satu obat antimalaria. Artesunate efektif terhadap kasus-kasus malaria yang berat, termasuk untuk cerebral malaria, biasanya hanya digunakan bila obat-obat antimaliria lainnya tidak efektif. Tersedia dalam bentuk tablet dan larutan injeksi, juga tersedia dalam kombinasi dengan antimalaria lainnya. Karena adanya kemungkinan adverse reaction terhadap obat ini termasuk efek buruknya terhadap jantung, maka penggunaannya harus dengan pengawasan dokter.

Bakteri.
Jasad renik yang merupakan tumbuh-tumbuhan yang terkecil, terdiri dari satu sel saja, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bakteri-bakteri ada yang merugikan manusia karena bersifat patogen (dapat menimbulkan penyakit), ada juga yang berguna bagi tubuh manusia bahkan hidup di dalam tubuh manusia.
Beberapa bakteri yang dapat menimbulkan penyakit antara lain :
Clostridium tetani, penyebab penyakit Tetanus.
Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit Gonorhoe (GO) atau kencing nanah
Salmonela typhi, penyebab penyakit Demam typhoid.
Beberapa bakteri yang berguna dan tumbuh di dalam tubuh manusia/hewan antara lain :
Escherichia coli, bakteri yang hidup di dalam usus besar, yang berguna untuk membusukkan ampas sisa-sisa makanan.
Lactobacilli, bakteri-bakteri yang hidup di dalam vagina yang berguna mempertahankan pH normal vagina dan berfungsi dalam memelihara ketahanan vagina dari mikroorganisme patogen dengan memproduksi asam dan H2O2.
Berdasarkan hasil warna yang ditimbulkan dengan sistem pewarnaan Gram, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu bakteri Gram positif (contoh: Bacillus anthracis, penyebab penyakit anthrax) dan bakteri Gram negatif (contoh: Shigella dysenteriae, penyebab penyakit disentri basiler).

Balint's Syndrome,

Suatu kumpulan gejala (syndrome) yang terdiri dari :

Occular Apraxia, ketidak mampuan untuk menggerakkan bola mata secara sadar untuk mengalihkan pandangan menuju suatu objek (titik penglihatan).
Simultanagnosia, ketidakmampuan untuk mempersepsi lebih dari satu objek dalam waktu yang sama.
Balint's syndrome terjadi karena adanya gangguan / kerusakan pada bagian otak tertentu, biasanya disebabkan oleh stroke, tumor otak, degenerasi otak atau cedera kepala.

Bintik echo,
gambaran bintik yang ditimbulkan oleh adanya pantulan suara (echo).

Black Hairy Tongue,
Bercak-bercak kehitaman pada lidah akibat pertumbuhan bakteri atau jamur yang disertai dengan pemanjangan yang abnormal dari papilae (tonjolan2) pada permukaan lidah.


Chadwick Sign.
Salah satu tanda kehamilan, selaput lendir vagina berwarna agak ungu atau agak kebiru-biruan.

Clone,
kembaran buatan.

Cloning,
kembaran buatan. Kegiatan membuat kembaran dari suatu sel atau benda atau suatu mahluk hidup.

Cortisol / Kortisol / Hidrokortison,
suatu hormon kortikosteroid yang terdapat di dalam tubuh manusia. Kortisol dihasilkan oleh korteks adrenal. Kortisol berperan di dalam reaksi terhadap stres, yaitu dengan meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan kadar glukosa darah. Kortisol juga bersifat menekan imunitas, anti peradangan dan anti alergi.

Cyanosis/Sianosis
Perubahan warna warna kulit menjadi kebiru-biruan, biasanya terutama terlihat pada bibir, wajah, ujung jari dan kuku. Cyanosis terjadi bila kadar hemoglobin yang tidak mengikat oksigen meningkat sampai jumlah tertentu.

Cyanophyta,
ganggang hijau biru, klik disini.

Demam.
Peningkatan suhu tubuh dari normalnya. Dalam keadaan normal suhu tubuh berkisar antara 36,5 - 37 derajat Celcius.
Demam merupakan gejala adanya suatu infeksi, gangguan metabolisme, atau suatu kerusakan jaringan yang luas.

Demam Kuning (Yellow Fever),

lihat Yellow Fever.

Dendrit,
bagian dari Neuron.

Dexter/Dextra/Dextro-,
kanan, memutar ke kanan atau disebelah kanan.

Disentri.
suatu sindroma yang terdiri dari diare (buang air besar yang berulang-ulang dengan feses yang cair), mules (sakit pada perut yang terasa seperti melilit), feses mengandung lendir, dan feses mengandung darah. Disentri dapat disebabkan oleh bakteri (Shigela), disebut Disentri basiler dan dapat pula disebabkan oleh protozoa (Entamuba histolitika), disebut Disentri amuba.

Ekhimosis.
Bercak-bercak perdarahan di bawah kulit yang tampak dari luar berwarna kemerahan dan kemudian akan berubah menjadi hijau. Ekhimosis terjadi akibat keluarnya darah dari pembuluh ke jaringan di bawah kulit karena adanya kerusakan pada pembuluh darah.

Ekskresi,
pengeluaran (misal : pengeluaran enzim dari suatu kelenjar).

Endokrin,
lihat ---> Kelenjar.

Endometriosis,
suatu kelainan dimana sejumlah jaringan endometrium menembus (berada) didalam lapisan miometrium (lapisan otot rahim).

Eosinophilia,
peningkatan jumlah sel darah putih dari jenis eosinophil.

Epidemiologi,
Ilmu yang mempelajari tentang penyebaran / penjalaran penyakit di masyarakat atau di muka bumi.

Etiologi,
Penyebab suatu penyakit. Ilmu yang mempelajari tentang penyebab timbulnya penyakit.

Fakultatif,
mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu tetapi tidak wajib melakukannya. Dalam biologi contohnya : Bakteri fakultatif anaerob artinya bakteri yang mempunyai kemampuan untuk hidup pada lingkungan yang anaerob walaupun sebenarnya merupakan bakteri yang aerob.

Fatal,
Bersifat mematikan.

Fetus, foetus,
janin.

Fetal, foetal,
tentang/mengenai/kepunyaan janin.


Fogging.
Penyemprotan insektisida secara pengkabutan, biasanya dilakukan di wilayah yang ada penderita Demam Berdarah Dengue, untuk membunuh semua nyamuk. Sebenarnya tindakan ini ditujukan untuk membunuh nyamuk yang diduga telah menggigit seorang penderita DBD agar tidak menularkan pada orang lain.

Gejala/simtom.
Setiap perubahan pada tubuh atau bagian tubuh atau pada suatu fungsi tertentu yang tampak / terasa yang menunjukkan adanya suatu penyakit tertentu, misalnya: bengkak pada kaki, adalah salah satu gejala dari penyakit kaki gajah. Kumpulan dari beberapa gejala disebut sindrom.

Hematom,
pengumpulan darah atau bekuan darah di dalam suatu jaringan, akibat keluarnya darah dari pembuluh darah karena adanya kerusakan suatu pembuluh darah.

Hemolisis,
penghancuran sel-sel darah merah (eritrosit).

Hemostasis,
penghentian perdarahan.

Hipereksitasi.
Peningkatan yang abnormal dari respon syaraf /otot-syaraf terhadap suatu rangsangan.

Hiperestesi.
Peningkatan yang abnormal dari indera perasa, misalkan kulit tersentuh benda yang lembut saja menimbulkan rasa sakit.

Hipotalamus,
Nama bagian dari otak yang berfungsi dalam pengaturan aktifitas kelenjar-kelenjar endokrin, pengaturan suhu tubuh, keseimbangan cairan tubuh, metabolisme gula, lemak dsb. Hipotalamus juga berperan dalam integrasi aktifitas syaraf simfatis dan syaraf parasimfatis.

Immunisasi.
Upaya pemberian / peningkatan kekebalan tubuh terhadap suatu kuman / penyakit tertentu. Imunisasi aktif. Pengebalan dengan memberikan vaksin agar tubuh membuat sendiri secara aktif zat anti terhadap kuman / penyakit tertentu. Imunisasi pasif. Pengebalan dengan memberikan serum yang sudah mengandung zat anti terhadap suatu kuman / penyakit tertentu.

Infus.
Cara pemberian cairan / obat / zat makanan melalui pembuluh darah.

Inkubasi
lihat Masa Tunas.

Jaringan,
sekumpulan sel-sel yang tergabung bersama-sama dengan dengan zat-zat yang terdapat di ruang (celah) antara sel-sel tersebut dan membentuk suatu struktur dan fungsi tertentu pada mahluk hidup. Contoh : jaringan syaraf, jaringan ikat, jaringan tulang dsb.

Jaundice,
perubahan warna menjadi kekuning-kuningan pada kulit, selaput lendir dan sklera mata, yang diakibatkan oleh peningkatan kadar bilirubin darah.

Kelenjar Eksokrin,
kelenjar yang memiliki saluran keluar untuk menyalurkan produk yang dihasilkannya. Kelenjar-kelenjar eksokrin menghasilkan cairan-cairan selain dari hormon, misalnya enzim, keringat dsb.

Kelenjar Endokrin,
kelenjar buntu, yang tidak memiliki saluran keluar, produk yang dihasilkannya diserap langsung oleh pembuluh darah. Kelenjar-kelenjar endokrin menghasilkan hormon-hormon.

Kista,
tumor yang berongga berisi cairan.

Kofaktor,
suatu zat yang bila bersama-sama dengan zat tertentu lainnya menimbulkan suatu efek tertentu. Contoh : koenzim.

Kompres.
Pemasangan kain yang dibasahi dengan air atau obat pada suatu bagian tubuh tertentu dengan tujuan mendingin kan, menghangatkan atau memberikan obat tertentu.

Konvulsi,
kejang.

Kreatinin / Creatinine,
suatu zat sisa metabolisme yang terbentuk dari hasil pemecahan kreatin dalam rangkaian proses perubahan makanan menjadi energi. Kreatinin dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal. Kadar yang meninggi di dalam darah dapat menjadi indikasi dari berkurangnya fungsi ginjal.

Kutis / Cutis,
kulit.

Lesi,
Kelainan / lokasi terdapatnya kelainan.

Leukemia,
penyakit kanker darah, dimana sel-sel darah putih bertambah jumlahnya menjadi sangat banyak Produksi sel-sel darah lainnya menjadi tertekan karena produksi sel darah putih yang sangat banyak tadi.

Leukosit,
sel darah putih.

Levo- / Laevo-,
kiri, di sebelah kiri atau memutar ke kiri.

Manifestasi,
perwujudan, penjelmaan.

Masa Tunas / masa inkubasi.
Masa antara kuman masuk kedalam tubuh penderita sampai munculnya gejala penyakit. Pada masa tersebut kuman memperbanyak diri di dalam tubuh penderita, sampai mencapai jumlah yang cukup atau menghasilkan racun yang cukup untuk menimbulkan gejala yang terdeteksi.

Masa proliferasi,
tahap awal dari siklus menstruasi dimana lapisan endometrium dalam keadaan paling tipis setelah mengalami pengelupasan pada saat menstruasi yang lalu. Pada masa ini sel-sel memperbanyak diri, struktur endometrium dibangun kembali sehingga berangsur-angsur akan mencapai ketebalan yang mencukupi untuk fase/tahap selanjutnya (masa sekresi).

Melitin,
salah satu komponen dari bisa(racun) lebah(tawon) yang dapat merusak membran sel dan menimbulkan hemolisis.

Membran sel,
selaput yang merupakan bagian terluar dari suatu sel. Pada sel tumbuh-tumbuhan di luar membran sel masih ada dinding sel yang bersifat sebagai pelindung dari sel tersebut.

Mikroskop.
Alat untuk melihat mahluk atau benda-benda yang berukuran sangat kecil. Mikroskop cahaya (biasa) merupakan kombinasi dari beberapa lensa dan dapat menghasilkan pembesaran bayangan sampai dengan 1000 kali.
Mikroskop elektron menggunakan prinsip gerakan electron dan dapat menghasilkan pembesaran sampai dengan 400.000 kali.

Myalgia,
nyeri-nyeri otot.

Neurit,

bagian dari Neron (lihat penjelasan pada Neuron)

Neuromuskular.
Otot dan syaraf. Berkaitan dengan saling berkaitnya fungsi otot dan syaraf.

Neuron, Sel syaraf.
Sel syaraf berfungsi seperti kabel yang menyalurkan rangsang syaraf dari dan ke organ-organ. Sel-sel syaraf (neuron) terdiri dari badan sel dan dua macam tonjolan yang menjulur panjang, yaitu Dendrit, yang berfungsi menerima rangsang dari luar sel dan menyalurkannya ke dalam badan sel, dan Neurit yang berfungsi untuk menyalurkan rangsang ke luar dari badan sel.

Oedema,
pengumpulan cairan yang tidak normal pada ruang-ruang antar sel atau rongga-rongga tubuh.

Opak, opaque,
tidak tembus cahaya/sinar. Contoh: benda / zat yang tidak tembus sinar rontgen sehingga dapat terlihat pada foto rontgen disebut benda / zat yang radio-opaque. (lihat juga translusen / radiolusen).

Palpitasi.
(Jantung) berdebar-debar.

Patofisiologi,
Ilmu yang mempelajari kelainan / penyimpangan faal (fungsi-fungsi) organ tubuh. Penjelasan tentang bagaimana suatu keadaan penderita dapat terjadi ditinjau dari segi ilmu faal (fungsi-fungsi organ tubuh).

Patomekanisme gejala,
Penjelasan tentang bagaimana mekanisme suatu gejala penyakit terjadi.

Pemeriksaan Fisis / pemeriksaan fisik
Pemeriksaan badaniah pasien dengan menggunakan panca indera. Pemeriksaan fisis biasanya dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratoris (labotatorium), ragiologis (roentgen) dan pemeriksaan lainnya.

Penularan Penyakit.
Cara berpindahnya penyakit dari orang sakit kepada orang sehat berbeda-beda untuk tiap jenis penyakit :
1. Melalui udara, contoh : TBC, Influenza, Dsb.
2. Melalui makanan/minuman, contoh: Disentri dan Demam typhoid.
3. Melalui agen perantara, contoh: Demam berdarah dengue, Penyakit kaki gajah Dsb.
4. Melalui kontak langsung, contoh: Penyakit Menular Seksual (PMS).

Petechiae.
Bintik-bintik merah pada kulit akibat adanya titik-titik darah yang keluar dari pembuluh darah ke jaringan bawah kulit.

Pewarnaan Gram.
Untuk melihat / mempelajari bakteri dan sel-sel mahluk hidup lain dengan menggunakan mikroskop, bahan / sediaan yang akan diperiksa terlebih dahulu diwarnai (diberi zat warna) dengan suatu metoda pewarnaan tertentu. Salah satu metoda pewarnaan yang sering digunakan adalah metoda pewarnaan Gram. Metoda pewarnaan Gram memberikan hasil ada dua kelompok bakteri, ada yang jadi berwarna biru dan ada yang menjadi kemerahan. Bakteri-bakteri yang pada pewarnaan Gram tampak berwarna biru disebut bakteri Gram positif, sedangkan bakteri-bakteri yang tampak berwarna kemerahan disebut bakteri Gram negatif.

Plasmoptysis.
keluarnya protoplasma dari dalam sel karena adanya kerusakan membran sel.

Prion,
sejenis protein abnormal yang mempunyai kemampuan merubah molekul protein lain menjadi abnormal juga. Prion tahan terhadap proses-proses denaturasi protein normal seperti penggunaan enzim protease, pemanasan, radiasi, desinfectans dan perendaman dengan formalin. Protein dalam bentuk normal yang mempunyai struktur seperti prion banyak terdapat di dalam tubuh mahluk hidup, protein ini disebut Prion related Protein (PrP). PrP yang telah berubah menjadi abnormal (prion) dapat menimbulkan penyakit pada mahluk hidup tersebut.
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh prion :
* Bovine spongiform encephalopathy , penyebab : BSE prion.
* Creutzfeldt-Jakob disease , penyebab : CJD prion.
* Gerstmann-Sträussler-Scheinker syndrome , penyebab : GSS prion.

Probiotik,
arti asalnya adalah untuk kehidupan. Sekarang istilah ini digunakan untuk konsentrat "mikroorganisme baik" yang diberikan kepada manusia atau hewan untuk menekan pertumbuhan "mikroorganisme jahat/patogen" yang menyerang manusia atau hewan tsb.

Prognosis,
Ramalan ilmiah (kedokteran) tentang perjalanan penyakit selanjutnya.

Protozoa.
Jasad renik yang merupakan hewan bersel tunggal (hanya terdiri dari satu sel), hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Beberapa protozoa yang dapat menimbulkan penyakit antara lain :
Amuba, penyebab penyakit Disentri amuba.
Plasmodium, penyebab penyakit Malaria.

Rickettsia,
Jasad renik yang paling kecil kedua setelah virus. Mirip dengan virus karena tidak mandiri, rickettsia membutuhkan sel hidup lain untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya, tetapi berbeda dengan virus jasad renik dalam golongan ini sudah mempunyai membran sel, enzim2 dan menggunakan oksigen dalam kehidupannya. Juga berbeda dengan virus, rickettsia dapat dibunuh dengan antibiotika yang tepat.

Reflex,
Reaksi suatu organ terhadap adanya suatu rangsangan, yang dilaksanakan tanpa melakukan analisis dari otak terlebih dahulu. Lengkung reflex adalah rantaian jalan yang ditempuh oleh rangsang syaraf, dimulai dari organ penerima (reseptor) misal kulit telapak kaki, kemudian disalurkan oleh sel-sel syaraf menuju otak, kemudian di otak langsung diteruskan kepada sel syaraf lain yang menuju ke organ yang akan memberikan reaksi, misal: otot-otot di kaki tersebut.

Resusitasi,
tindakan penyelamatan jiwa atau pemulihan kesadaran.

Resusitasi kardio pulmonal,
tindakan penyelamatan jiwa atau pemulihan kesadaran dengan memulihkan fungsi sistem peredaran darah (jantung) dan pernafasan.

Sel Sebacea,
sel-sel penghasil lemak di dalam kelenjar lemak yang biasanya terdapat pada folikel rambut.

Sepsis,
suatu keadaan kesehatan yang sangat gawat yang merupakan respons imunologis terhadap infeksi yang sangat luas atau karena masuknya sejumlah besar bakteri kedalam sirkulasi darah. Penderita biasanya mengalami demam tinggi disertai tanda-tanda penyebaran kuman ke jaringan-jaringan tertentu di seluruh tubuh. Sepsis dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ-organ dan atau pembekuan darah di dalam pembuluh darah.

Septum Interventricular
Sekat yang memisahkan ventrikel (bilik) kanan dan kiri pada jantung.

Symphysis.
pertemuan dua tulang yang menyatu (tidak merupakan sendi yang memungkinkan pergerakan/pergeseran diantara keduanya). Contoh : Symphysis pubis. Os pubis sebenarnya ada sepasang, kiri dan kanan, tetapi menyatu di Symphisis pubis.

Simtomatik.
Berhubungan dengan gejala. Pengobatan simtomatik adalah pengobatan dengan menghilangkan atau mengurangi gejala, misalnya demamnya diturunkan, rasa nyerinya dikurangi dsb.

Sinaps / Sinapsis,
celah antara ujung sel syaraf dengan ujung dari sel syaraf lainnya pada persambungan dua buah sel syaraf (neuron).

Sinister / Sinistra,
kiri, disebelah kiri.

Serum.
Cairan bening yang merupakan bagian dari darah, yaitu cairan plasma darah yang sudah tidak mengandung zat-zat atau faktor-faktor pembekuan darah. Di dalam pembicaraan tentang imunisasi biasanya diartikan serum darah (manusia atau binatang) yang sudah mengandung zat anti terhadap penyakit tertentu karena telah pernah terinfeksi oleh kuman penyebabnya, baik yang terjadi secara tidak sengaja (karena sakit) ataupun yang terjadi dengan sengaja (binatang penghasil serum tersebut dibuat terpapar bagian dari kuman atau kuman yang sudah dilemahkan) agar dapat digunakan sebagai pengobatan atau imunisasi pasif untuk seorang pasien yang menderita atau yang dikhawatirkan akan menderita penyakit akibat kuman tersebut.

Sonolusen,
Bening tak ada gangguan suara (echo) pada Ultrasonografi (USG). (lihat juga translusen).

Spora.
Bentuk tak aktif dari bakteri, protozoa atau jamur yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya bila berada di dalam lingkungan yang tak tak menyokong hidupnya. Spora biasanya sulit dibunuh karena berdinding tebal sehingga sangat tahan panas.

Syok.
Gangguan pada sistem sirkulasi darah (jantung dan pembuluh-pembuluh darah) yang berakibat kegagalan sistem tersebut untuk mensuplai makanan dan oksigen dalam jumlah yang cukup kepada seluruh jaringan tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme jaringan tersebut untuk dibuang melalui sistem pembuangan. Penderita syok akan mengalami gejala pusing/sakit kepala berat, penurunan kesadaran. Tekanan darah menurun drastis sampai 0/0, denyut nadi menjadi cepat tetapi pada perabaan melemah bahkan sampai tak teraba. Keadaan syok pada tingkat yang masih ringan sebelum terjadinya gangguan sirkulasi total disebut Presyok.

Transfusi darah.
Pemindahan darah dari seseorang kepada orang lain yang membutuhkan. Pemberi darah disebut donor dan penerimanya disebut resipien. Transfusi sebaiknya dilakukan dengan golongan darah yang sama, karena bila golongan darah donor berbeda dengan golongan darah resipien dapat terjadi hemolisis. Bila seseorang sangat membutuhkan penambahan darah melalui transfusi, padahal tak ada donor yang mempunyai golongan darah yang sama, maka dapat dilakukan transfusi dari donor dengan golongan darah tertentu (lihat skema) dengan sangat berhati-hati dan terlebih dahulu melakukan test kompatibilitas darah donor dan resipien.

Translusen / transluscent,
bening, tembus cahaya/sinar. Contoh: benda / zat yang tembus sinar rontgen sehingga tidak terlihat pada foto rontgen disebut benda / zat yang radioluscent. (Lihat juga opaque)

Truncus pulmonalis,
pembuluh darah yang keluar dari (conus arteriosus) ventrikel kanan jantung. Arteri ini kemudian bercabang dua menjadi Arteri pulmonalis kiri dan Arteri pulmonalis kanan yang membawa darah menuju ke paru-paru kiri dan kanan.

Urolithiasis,
penyakit batu saluran kemih.

Vaksin.
Mikroorganisme atau bagian dari mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dimatikan, yang digunakan untuk merangsang tubuh agar membentuk zat anti terhadap mikroorganisme tersebut, dalam upaya melakukan pencegahan penyakit yang ditimbulkannya.

Varices,
pelebaran pembuluh-pembuluh darah balik (vena) di bawah kulit.

Varikokel / varicocele,
pelebaran pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang ada di kantung buah zakar (scrotum).

Vektor.
Binatang, biasanya artropoda, yang menjadi perantara berpindahnya mikroorganisme penyebab suatu penyakit dari orang sakit ke orang yang sehat. Contoh : Nyamuk Aedes aegypti memindahkan virus dengue sehingga menularkan penyakit Demam berdarah.

Villus (villi) Chorialis,
tonjolan-tonjolan dari lapisan chorion yang berhadapan berkontak dengan dinding rahim.

Virus.
Mahluk hidup yang terkecil, yang tak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, tetapi harus menggunakan mikroskop elektron. Tidak seperti bakteri atau protozoa mahluk ini tidak dapat digolongkan ke dalam kelompok tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain :
Demam Berdarah
Polio / Poliomyelitis Acuta.
Rabies.

Ureum / Urea,
suatu zat yang merupakan sisa metabolisme protein. Ureum bersifat racun di dalam tubuh, pengeluarannya dari tubuh melalui ginjal, berupa air seni (urine). Bila ginjal rusak atau kurang baik fungsinya maka kadar ureum darah dapat meningkat dan meracuni sel-sel tubuh, keadaan tersebut disebut uremia.

Vital,
Hidup, diperlukan untuk hidup.

Wabah.
Terjadinya kasus-kasus suatu penyakit yang dalam waktu singkat mencapai jumlah yang sangat banyak.

Yellow Fever (Demam Kuning),
suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penderitanya akan mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, muntah, sakit otot-otot dan tulang belakang. Setelah itu penyakit akan mereda sesaat tetapi kemudian dapat berlanjut dengan syok, perdarahan, dan gagal ginjal dan hati. Kegagalan fungsi hati akan menyebabkan kulit dan sklera mata menjadi kekuningan sehingga penyakit ini disebut sebagai demam kuning. Penyakit ini berbeda dengan sakit kuning (hepatitis) yang biasa terjadi di Indonesia. Penyakit ini hanya terdapat di Afrika dan Amerika Selatan, pelancong yang akan mengunjungi wilayah-wilayah tersebut sebaiknya melakukan vaksinasi terlebih dahulu.

Jumat, Februari 05, 2010

Obat Pengendali Keinginan untuk Merokok

Tak lama lagi para perokok yang berjuang untuk berhenti merokok akan mempunyai obat yang dapat membantu mereka keluar dari masalah ini. Suatu penelitian kesehatan yang dilakukan oleh National Institute memberikan semacam obat kepada perokok, dimana obat tersebut mempunyai efek yang mirip dengan efek yang ditimbulkan nikotin. Sehingga dapat menurunkan keinginan mereka untuk merokok.

Nicholas H. Caskey,PhD, pimpinan penelitian ini menyatakan bahwa kebiasaan merokok dapat dikontrol dengan cara merangsang atau menghambat suatu zat kimia pada sistem saraf yang disebut dopamin. Obat yang dapat mengontrol dopamin tersebut adalah Bromokriptin yang dapat memberikan efek “kesenangan” yang ditimbulkan rokok pada para perokok.

Para peneliti tersebut membuat suatu pemeriksaan hubungan antara tingkat penggunaan nikotin dan dopamin. Dopamin dipercayakan mempengaruhi emosi dan perasaan senang. Ketika 20 orang perokok berat dalam penelitian ini meminum obat tersebut, ternyata mereka mengurangi menghisap rokok daripada obat yang diminum untuk menghambat efek-efek dopamin. Kenyataannya ketika diberikan penghambat dopamin, justru para perokok tersebut lebih sering dan lebih lama menghisap rokok.

Para peneliti juga menemukan beberapa efek yang menguntungkan dari Bromokriptin dalam merokok yaitu ketidakinginan (muak) untuk merokok. Mereka mengatakan juga bahwa efek-efek dari dopamin tetap menjalankan fungsinya tanpa adanya gangguan.

Bromokriptin biasanya digunakan untuk pengobatan berbagai tumor seperti halnya pada penyakit Parkinson.

Penelitian ini terbit di bulan September pada Nicotine & Tobacco Research.

(http://www.solusisehat.net)

Rabu, Januari 27, 2010

Jenis Plastik


Plastik telah menjadi bagian dari keseharian kehidupan kita. Plastik telah banyak dibuat menjadi berbagai perabotan rumah tangga ataupun untuk kegunaan lainnya. Penyebab banyaknya penggunaan plastik adalah harganya yang murah dan tidak pecah. Plastik juga sering kali dijadikan sebagai wadah makanan. Hal ini dapat membahayakan kesehatan kita bila kita tidak berhati-hati mencermati bahan-bahan plastik yang kita gunakan. Tetapi, bila kita sedikit cermat, kita dapat mengetahui apakah plastik yang kita gunakan berbahaya atau tidak.

Hal yang dapat kita perhatikan adalah melihat kode yang biasanya terdapat dalam bawah wadah plastik. Kode tersebut menunjukkan dari jenis bahan apa plastik itu dibuat. Kode tersebut berupa segitiga yang terdiri dari 3 anak panah atau dengan huruf yang merupakan singkatan nama bahan pembuat plastik. Dengan mengetahui jenis bahan baku plastik, kita dapat mengetahui apakah jenis tersebut berbahaya terhadap makanan atau tidak.

Berikut kode-kode yang perlu diperhatikan :

1 : Polyethylene Terephalate (PET/PETE)

Biasanya merupakan wadah dari minuman mineral dengan warna transparan. Wadah ini khususnya diperuntukan sekali pakai. Karena semakin lama isinya berada dalam kemasan tersebut, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak pula.

2 : High Density Polyethylene (HDPE)

Biasanya digunakan sebagai kemasan obat atau bahan kosmetik.




3 : Polyvinyl Chloride (PVC)

Merupakanzat yang pali

ng berbahaya. Sering digunakan sebagai saluran air, bahan bangunan, kadang kala digunakan sebagai mainan anak. Untuk para orangtua bisa memperhatikan mainan anaknya karena untuk anak-anak di bawah usia


4 : Low Density Polyethylene (LDPE)

Biasa digunakan untuk bungkus sayuran dan daging beku.


5 : Polypropylene (PP)

Digunakan untuk kemasan makanan, minuman, margarin, botol shampo atau botol bayi.


6 : Polystyrene (PS)

Polystyrene merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh. Jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini, styrene dapat berpindah ke dalam makanan, m

aka menggunakan bahan ini sebagai wadah makanan tidak dianjurkan. Berupa gelas dan piring makanan styrofoam yang sudah lama dianggap sebagai penyebab kanker, sendok dan garpu, kotak CD.


7 : Kategori lainnya

Yang termasuk dalam kategori ini adalah bahan plastik yang tidak termasuk dalam 6 kategori diatas. Dalam kategori ini termasuk Polycarbonate yang juga berbahaya bagi tubuh. Tetapi, ada juga bahan yang baik untuk lingkungan karena dapat diurai yang disebut bioplastik yang terbuat dari tepung jagung, kentang, tebu.


Bahan makanan yang aman digunakan adalah yang berkode 2,4,5. Untuk kode no.7 karena tidak diberitahu secara jelas dari bahan apa dibuat, maka harus sangat diperhatikan dan dicari tahu dari bahan apa palstik tersebut dibuat. Sedangkan untuk kode lainnya kita harus menggunakan sesuai anjuran agar tidak membahayakan bagi kesehatan kita.


(http://kumpulan.info)


Rabu, November 11, 2009

Istilah Kedokteran "Masuk Angin"

Masuk angin: Istilah ini sering digunakan pada orang sakit dengan keluhan demam, pegal2, batuk pilek, kadang2 disertai perut kembung.
Keadaan atau gejala2 ini timbul setelah sisakit habis jalan2 atau kluyuran malam hari (bergadang) atau sehabis naik sepeda motor tanpa jaket & tutup hidung atau naik angkot / mobil yang jendelanya terbuka dan biasanya dihubungkan dengan udara dingin.
Ada 2 sebab utama mengapa gejala diatas timbul, yaitu :
  • Angin/udara yang mengandung partikel2 debu dari berbagai polutan dan micro-organisme (virus, bakteri) terhirup masuk hidung menimbulkan rangsangan atau iritasi pada bulu & mucosa hidung ---> lembab & pembengkakan disertai keluarnya cairan (ingus) ---> hidung tersumbat mengganggu aliran udara ----> tenggorokan teriritasi timbul batuk2. Apabila micro-organisme yang masuk banyak dan pertahanan tubuh kita menurun timbul reaksi demam atau meriang disertai sakit kepala.
  • Udara dingin yang mengenai tubuh kita akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah kapiler (vasokontriksi) didaerah kulit sampai otot akibatnya suply oksigen menurun yang menyebabkan peningkatan asam lactat ---> timbul rasa nyeri dan pegal2.
Sakit dengan gejala2 diatas di kedokteran disebut "Common Cold".
Silahkan membuka kamus bahasa Inggris - Indonesia oleh John M. Echols dan Hassan Shadily hal. 123.
Cold diartikan : 1. dingin
2. pilek, selesma, masuk angin

Angin Duduk : sering disebutkan pada seorang yang masuk angin minta dipijati atau dikeroki kemudian tidak bangun2 sejam atau besoknya alias sudah meninggal.
Pernah saat didaerah ada panggilan dari seorang yg datang tergesa-gesa: "Dokter, toto.long pak. Baba..pak saya kena angin duduk !!", "Tenang-tenang, ceritakan sakitnya apa !!??".
"Ba.bbapak minta dikeroki ibu ttteee. . rus ngorok dok !!. "Ayo saya lihatnya" . cepat saya ikut dia, sesampai dirumahnya, sudah terdengar suara tangisan dari keluarga yang mengelilingi bapaknya yang sudah terbujur diam. Saat saya periksa didada kiri dan punggungnya penuh dengan garis2 merah kerokan isterinya.
Ternyata bapak tsb mempunyai riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan kencing manis.
Dan sebelum mengeluh sakit bapak itu habis pulang dari kebunnya kemudian duduk diserambi rumahnya sambil minum kopi dan mengisap rokok klitingan.
Dari pengalaman diatas dan beberapa kejadian kematian mendadak setelah duduk diserambi atau dalam rumah dekat pintu atau jendela terbuka yang dikatakan kena angin duduk. Saya berani mengatakan angin duduk yang menyebabkan kematian itu sebenarnya sisakit sedang mengalami serangan jantung atau Heart Attack.
Proses terjadinya mirip pada masuk angin, hanya bedanya sisakit sudah mempunyai riwayat penyakit misal tekanan darah tinggi dan atau kencing manis, yaitu :
Angin/udara dingin menyebabkan penyempitan total pembuluh darah otot jantung yang sebelumnya sudah mengalami penyempitan sebagian --->otot jantung mengalami defisit oksigen, ini menimbulkan rasa nyeri, pegal2 terutama didada kiri menjalar kepunggung sampai kelengan kiri (masuk angin ---> minta kerokan). Jika meluas terjadi kematian sel otot jantung (infark) yang disebut "Myocard Infark".

Buang angin : ada 2 jenis dilihat dari keluarnya angin/gas
  • Buang angin lewat mulut disebut bersendawa atau glegeken (jawanya).
    Disebabkan banyaknya gas atau angin akibat makan atau minum mengandung alkali atau carbon dioxid (CO2) , yang bereaksi dengan asam lambung terjadi gas. Dapat terjadi pada bayi yang minum susu pakai botol susu, disebabkan udara ikut terisap. Dimana sering ibunya menepuk-nepuk punggung bayinya agar bisa glegeken.
  • Buang angin lewat dubur atau anus disebut kentut atau medisnya Flatus. Flatus ini merupakan hasil proses cerna makanan berupa gas yang harus dibuang. banyak sedikitnya tergantung apa yang biasa kita makan. Kegiatan perkentutan ini ternyata bermanfaat bagi kesehatan kita. Bayangkan kalau kita tidak kentut seharian perut jadi terasa penuh atau kembung. Tapi kegiatan perkentutan akan tidak mengenakan bagi yang kena imbasnya terutama baunya. Dari baunya bisa menentukan apa yg habis dimakan, kadang bisa untuk membantu mendiagnosa suatu penyakit. ( mencium bau kentut pasien balum pernah saya praktekan he...he..bisa ga suka makan). Kentut juga ditunggu-tunggu (dikangeni) oleh dokter bedah setelah operasi untuk menunjukkan sudah pulihnya peristaltik (gerak/irama) usus.
(http://sipakdhe.multiply.com)

Selasa, September 01, 2009

ICD-10 Codes

Representation of ICD-10 Diagnosis Codes

In practice, ICD-10 diagnoses are represented by 3- to 5-character codes with explicit decimals. Each code begins with an alphabetic character that generally corresponds to the ICD-10 chapter:

Code

Chapter

A-B

Infectious and parasitic diseases

C

Malignant neoplasms

D00-D09

In situ neoplasms

D50-D89

Diseases of blood, blood-forming organs, immune mechanism

E

Endocrine, nutritional, and metabolic disease

F

Mental and behavioral disorders

G

Diseases of the nervous system

H00-H59

Diseases of the eye and adnexa

H60-H95

Diseases of the ear and mastoid process

I

Diseases of the circulatory system

J

Diseases of the respiratory system

K

Diseases of the digestive system

L

Diseases of skin and subcutaneous tissue

M

Diseases of the musculoskeletal system and connective tissue

N

Diseases of the genitourinary system

O

Pregnancy, childbirth, and the puerperium

P

Certain conditions originating in the perinatal period

Q

Congenital malformations, deformations, and chromosomal abnormalities

R

Symptoms, signs, and abnormal clinical and laboratory findings, not elsewhere classified

S-T

Injury, poisoning, and certain other consequences of external causes

V-Y

External causes of morbidity and mortality

Z

Factors influencing health status and contact with health services