Jumat, Maret 28, 2008

Adakah batasan antara sombong dengan bangga...?

Bangga.....
Sombong....
Siapa yang tidak pernah merasa bangga, siapa juga yang tidak pernah merasakan sombong?
Kapan kita sombong atau pun kita bangga, mungkin kita tidak pernah menyadarinya..
Terkadang kita merasa hal yang biasa, tetapi mungkin bagi orang lain itu tidak biasa, atau mungkin hal yang menjadikan kita sombong.
Bagaimana seharusnya menyikapinya?
Ya,...cukup sulit untuk mengontrolnya...
Apa yang yang dapat kita banggakan dari diri kita?
Sehebat apa kemampuan atau kelebihan yang kita miliki?
Berapa besar energi yang kita keluarkan saat kita membanggakan apa yang kita anggap hebat, yang kita anggap lebih dari orang lain, dan saat kita memamerkan itu kepada orang lain?
Sungguh asyik saat kita memamerkan sesuatu yang kita banggakan yang ada pada diri kita, sangat mengasyikan...
Kita ceritakan dengan penuh semangat, menggebu, dan .......mungkin ada yang di lebihkan dalam menceritakannya. Dalam melebihkan cerita tersebut, mungkin terselip sedikit kebohongan. Kebohongan yang kita harapkan menjadi nilai lebih dari apa yang kita banggakan.
Coba sejenak kita renungkan,
jikalau setiap hari kita melakukan perbuatan tersebut, hitung berapa banyak kebohongan yang kita lakukan dalam setahun, berapa banyak kebohongan yang kita lakukan dalam 10 tahun, berapa banyak yang kita lakukan seumur hidup kita?
Cukupkah amalan kita untuk mengimbangi perbuatan tersebut?
Bagaimana dengan amalan yang kita lakukan, pernahkan kita melakukan amalan yang benar-benar ikhlas..
Betapa sedihnya, kalau setiap amal yang kita lakukan ternyata perasaan bangga menyertai...
Hanya sedikit,, hanya sedikit, hanya sedikit,......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar