Kamis, Februari 11, 2010

Istilah Kedokteran

Abatisasi.
Pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air, termasuk bak mandi, jambangan bunga, selokan dsb. Biasanya dilakukan dalam rangka membasmi nyamuk Aedes aegypti dan mencegah wabah. Tindakan ini tidak membunuh nyamuk tetapi membunuh jentik-jentiknya untuk memutuskan mata rantai perkembang-biakannya.
Usaha ini hanya dapat mencapai tujuan bila dilakukan secara serempak oleh warga dari suatu wilayah atau beberapa wilayah yang luas.

Acute Renal Failure (ARF).
Penyakit gagal ginjal akut, dimana ginjal tidak dapat lagi menjalankan fungsinya sebagai organ pembuangan, ginjal secara relatif mendadak tidak dapat lagi memproduksi cairan urine yang merupakan cairan yang mengandung zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh dan harus dikeluarkan dari tubuh.

Aedes aegypti.
Nyamuk yang menjadi perantara penularan penyakit Demam Berdarah Dengue.Nyamuk ini biasa ditemukan di dalam atau di halaman sekitar rumah.Berbeda dengan nyamuk lain yang biasa berkeliaran pada malam hari, Aedes berbadan sedikit lebih kecil, tubuhnya sampai ke kaki berwarna hitam bergaris-garis putih dan nyamuk ini aktif di siang hari.
Nyamuk ini biasa bertelur pada genangan air yang tenang dan bersih, seperti jambangan bunga, tempayan dsb.

Anaerob,
bersifat tidak membutuhkan oksigen atau keadaan tidak ada oksigen. Contoh : Dalam suasana anaerob bakteri tetanus akan hidup dan berkembang biak, artinya dalam keadaan tidak ada oksigen bakteri itu hidup dan berkembang biak. Bakteri yang demikian disebut bakteri anaerob.

Aerob,
bersifat membutuhkan oksigen atau keadaan mengandung oksigen. Contoh : bakteri aerob bakteri yang membutuhkan adanya oksigen untuk kehidupannya, bila tak ada oksigen bakteri tsb. akan mati.

Analgetika.
Golongan obat yang berkhasiat mengurangi rasa sakit, seperti aspirin, parasetamol dsb.

Anamnesis / anamnese / anamnesa
Wawancara oleh dokter kepada pasiennya untuk menggali / mengetahui riwayat penyakit dan apa yang dirasakan pasiennya tanpa (sebelum) melakukan pemeriksaan fisik pasien tsb. Keluhan dan riwayat penyakit berdasarkan apa yang disampaikan oleh pasien kepada dokter yang memeriksanya.

Anatomi
Struktur atau susunan bagian-bagian/organ-organ tubuh (manusia.hewan maupun tumbuh-tumbuhan). Ilmu yang mempelajari struktur atau susunan bagian-bagian/organ-organ tubuh (manusia.hewan maupun tumbuh-tumbuhan).

Antipiretika.
Golongan obat yang berkhasiat menurunkan panas, seperti parasetamol, antalgin dsb.


Apamin,

Salah satu komponen dari bisa(racun) lebah(tawon) yang bersifat racun terhadap sistem syaraf, terhadap sel-sel darah dan mempunyai pengaruh dalam pengeluaran cortisol (suatu hormon).

Artesunate,
Salah satu obat antimalaria. Artesunate efektif terhadap kasus-kasus malaria yang berat, termasuk untuk cerebral malaria, biasanya hanya digunakan bila obat-obat antimaliria lainnya tidak efektif. Tersedia dalam bentuk tablet dan larutan injeksi, juga tersedia dalam kombinasi dengan antimalaria lainnya. Karena adanya kemungkinan adverse reaction terhadap obat ini termasuk efek buruknya terhadap jantung, maka penggunaannya harus dengan pengawasan dokter.

Bakteri.
Jasad renik yang merupakan tumbuh-tumbuhan yang terkecil, terdiri dari satu sel saja, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bakteri-bakteri ada yang merugikan manusia karena bersifat patogen (dapat menimbulkan penyakit), ada juga yang berguna bagi tubuh manusia bahkan hidup di dalam tubuh manusia.
Beberapa bakteri yang dapat menimbulkan penyakit antara lain :
Clostridium tetani, penyebab penyakit Tetanus.
Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit Gonorhoe (GO) atau kencing nanah
Salmonela typhi, penyebab penyakit Demam typhoid.
Beberapa bakteri yang berguna dan tumbuh di dalam tubuh manusia/hewan antara lain :
Escherichia coli, bakteri yang hidup di dalam usus besar, yang berguna untuk membusukkan ampas sisa-sisa makanan.
Lactobacilli, bakteri-bakteri yang hidup di dalam vagina yang berguna mempertahankan pH normal vagina dan berfungsi dalam memelihara ketahanan vagina dari mikroorganisme patogen dengan memproduksi asam dan H2O2.
Berdasarkan hasil warna yang ditimbulkan dengan sistem pewarnaan Gram, bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu bakteri Gram positif (contoh: Bacillus anthracis, penyebab penyakit anthrax) dan bakteri Gram negatif (contoh: Shigella dysenteriae, penyebab penyakit disentri basiler).

Balint's Syndrome,

Suatu kumpulan gejala (syndrome) yang terdiri dari :

Occular Apraxia, ketidak mampuan untuk menggerakkan bola mata secara sadar untuk mengalihkan pandangan menuju suatu objek (titik penglihatan).
Simultanagnosia, ketidakmampuan untuk mempersepsi lebih dari satu objek dalam waktu yang sama.
Balint's syndrome terjadi karena adanya gangguan / kerusakan pada bagian otak tertentu, biasanya disebabkan oleh stroke, tumor otak, degenerasi otak atau cedera kepala.

Bintik echo,
gambaran bintik yang ditimbulkan oleh adanya pantulan suara (echo).

Black Hairy Tongue,
Bercak-bercak kehitaman pada lidah akibat pertumbuhan bakteri atau jamur yang disertai dengan pemanjangan yang abnormal dari papilae (tonjolan2) pada permukaan lidah.


Chadwick Sign.
Salah satu tanda kehamilan, selaput lendir vagina berwarna agak ungu atau agak kebiru-biruan.

Clone,
kembaran buatan.

Cloning,
kembaran buatan. Kegiatan membuat kembaran dari suatu sel atau benda atau suatu mahluk hidup.

Cortisol / Kortisol / Hidrokortison,
suatu hormon kortikosteroid yang terdapat di dalam tubuh manusia. Kortisol dihasilkan oleh korteks adrenal. Kortisol berperan di dalam reaksi terhadap stres, yaitu dengan meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan kadar glukosa darah. Kortisol juga bersifat menekan imunitas, anti peradangan dan anti alergi.

Cyanosis/Sianosis
Perubahan warna warna kulit menjadi kebiru-biruan, biasanya terutama terlihat pada bibir, wajah, ujung jari dan kuku. Cyanosis terjadi bila kadar hemoglobin yang tidak mengikat oksigen meningkat sampai jumlah tertentu.

Cyanophyta,
ganggang hijau biru, klik disini.

Demam.
Peningkatan suhu tubuh dari normalnya. Dalam keadaan normal suhu tubuh berkisar antara 36,5 - 37 derajat Celcius.
Demam merupakan gejala adanya suatu infeksi, gangguan metabolisme, atau suatu kerusakan jaringan yang luas.

Demam Kuning (Yellow Fever),

lihat Yellow Fever.

Dendrit,
bagian dari Neuron.

Dexter/Dextra/Dextro-,
kanan, memutar ke kanan atau disebelah kanan.

Disentri.
suatu sindroma yang terdiri dari diare (buang air besar yang berulang-ulang dengan feses yang cair), mules (sakit pada perut yang terasa seperti melilit), feses mengandung lendir, dan feses mengandung darah. Disentri dapat disebabkan oleh bakteri (Shigela), disebut Disentri basiler dan dapat pula disebabkan oleh protozoa (Entamuba histolitika), disebut Disentri amuba.

Ekhimosis.
Bercak-bercak perdarahan di bawah kulit yang tampak dari luar berwarna kemerahan dan kemudian akan berubah menjadi hijau. Ekhimosis terjadi akibat keluarnya darah dari pembuluh ke jaringan di bawah kulit karena adanya kerusakan pada pembuluh darah.

Ekskresi,
pengeluaran (misal : pengeluaran enzim dari suatu kelenjar).

Endokrin,
lihat ---> Kelenjar.

Endometriosis,
suatu kelainan dimana sejumlah jaringan endometrium menembus (berada) didalam lapisan miometrium (lapisan otot rahim).

Eosinophilia,
peningkatan jumlah sel darah putih dari jenis eosinophil.

Epidemiologi,
Ilmu yang mempelajari tentang penyebaran / penjalaran penyakit di masyarakat atau di muka bumi.

Etiologi,
Penyebab suatu penyakit. Ilmu yang mempelajari tentang penyebab timbulnya penyakit.

Fakultatif,
mempunyai kemampuan untuk melakukan sesuatu tetapi tidak wajib melakukannya. Dalam biologi contohnya : Bakteri fakultatif anaerob artinya bakteri yang mempunyai kemampuan untuk hidup pada lingkungan yang anaerob walaupun sebenarnya merupakan bakteri yang aerob.

Fatal,
Bersifat mematikan.

Fetus, foetus,
janin.

Fetal, foetal,
tentang/mengenai/kepunyaan janin.


Fogging.
Penyemprotan insektisida secara pengkabutan, biasanya dilakukan di wilayah yang ada penderita Demam Berdarah Dengue, untuk membunuh semua nyamuk. Sebenarnya tindakan ini ditujukan untuk membunuh nyamuk yang diduga telah menggigit seorang penderita DBD agar tidak menularkan pada orang lain.

Gejala/simtom.
Setiap perubahan pada tubuh atau bagian tubuh atau pada suatu fungsi tertentu yang tampak / terasa yang menunjukkan adanya suatu penyakit tertentu, misalnya: bengkak pada kaki, adalah salah satu gejala dari penyakit kaki gajah. Kumpulan dari beberapa gejala disebut sindrom.

Hematom,
pengumpulan darah atau bekuan darah di dalam suatu jaringan, akibat keluarnya darah dari pembuluh darah karena adanya kerusakan suatu pembuluh darah.

Hemolisis,
penghancuran sel-sel darah merah (eritrosit).

Hemostasis,
penghentian perdarahan.

Hipereksitasi.
Peningkatan yang abnormal dari respon syaraf /otot-syaraf terhadap suatu rangsangan.

Hiperestesi.
Peningkatan yang abnormal dari indera perasa, misalkan kulit tersentuh benda yang lembut saja menimbulkan rasa sakit.

Hipotalamus,
Nama bagian dari otak yang berfungsi dalam pengaturan aktifitas kelenjar-kelenjar endokrin, pengaturan suhu tubuh, keseimbangan cairan tubuh, metabolisme gula, lemak dsb. Hipotalamus juga berperan dalam integrasi aktifitas syaraf simfatis dan syaraf parasimfatis.

Immunisasi.
Upaya pemberian / peningkatan kekebalan tubuh terhadap suatu kuman / penyakit tertentu. Imunisasi aktif. Pengebalan dengan memberikan vaksin agar tubuh membuat sendiri secara aktif zat anti terhadap kuman / penyakit tertentu. Imunisasi pasif. Pengebalan dengan memberikan serum yang sudah mengandung zat anti terhadap suatu kuman / penyakit tertentu.

Infus.
Cara pemberian cairan / obat / zat makanan melalui pembuluh darah.

Inkubasi
lihat Masa Tunas.

Jaringan,
sekumpulan sel-sel yang tergabung bersama-sama dengan dengan zat-zat yang terdapat di ruang (celah) antara sel-sel tersebut dan membentuk suatu struktur dan fungsi tertentu pada mahluk hidup. Contoh : jaringan syaraf, jaringan ikat, jaringan tulang dsb.

Jaundice,
perubahan warna menjadi kekuning-kuningan pada kulit, selaput lendir dan sklera mata, yang diakibatkan oleh peningkatan kadar bilirubin darah.

Kelenjar Eksokrin,
kelenjar yang memiliki saluran keluar untuk menyalurkan produk yang dihasilkannya. Kelenjar-kelenjar eksokrin menghasilkan cairan-cairan selain dari hormon, misalnya enzim, keringat dsb.

Kelenjar Endokrin,
kelenjar buntu, yang tidak memiliki saluran keluar, produk yang dihasilkannya diserap langsung oleh pembuluh darah. Kelenjar-kelenjar endokrin menghasilkan hormon-hormon.

Kista,
tumor yang berongga berisi cairan.

Kofaktor,
suatu zat yang bila bersama-sama dengan zat tertentu lainnya menimbulkan suatu efek tertentu. Contoh : koenzim.

Kompres.
Pemasangan kain yang dibasahi dengan air atau obat pada suatu bagian tubuh tertentu dengan tujuan mendingin kan, menghangatkan atau memberikan obat tertentu.

Konvulsi,
kejang.

Kreatinin / Creatinine,
suatu zat sisa metabolisme yang terbentuk dari hasil pemecahan kreatin dalam rangkaian proses perubahan makanan menjadi energi. Kreatinin dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal. Kadar yang meninggi di dalam darah dapat menjadi indikasi dari berkurangnya fungsi ginjal.

Kutis / Cutis,
kulit.

Lesi,
Kelainan / lokasi terdapatnya kelainan.

Leukemia,
penyakit kanker darah, dimana sel-sel darah putih bertambah jumlahnya menjadi sangat banyak Produksi sel-sel darah lainnya menjadi tertekan karena produksi sel darah putih yang sangat banyak tadi.

Leukosit,
sel darah putih.

Levo- / Laevo-,
kiri, di sebelah kiri atau memutar ke kiri.

Manifestasi,
perwujudan, penjelmaan.

Masa Tunas / masa inkubasi.
Masa antara kuman masuk kedalam tubuh penderita sampai munculnya gejala penyakit. Pada masa tersebut kuman memperbanyak diri di dalam tubuh penderita, sampai mencapai jumlah yang cukup atau menghasilkan racun yang cukup untuk menimbulkan gejala yang terdeteksi.

Masa proliferasi,
tahap awal dari siklus menstruasi dimana lapisan endometrium dalam keadaan paling tipis setelah mengalami pengelupasan pada saat menstruasi yang lalu. Pada masa ini sel-sel memperbanyak diri, struktur endometrium dibangun kembali sehingga berangsur-angsur akan mencapai ketebalan yang mencukupi untuk fase/tahap selanjutnya (masa sekresi).

Melitin,
salah satu komponen dari bisa(racun) lebah(tawon) yang dapat merusak membran sel dan menimbulkan hemolisis.

Membran sel,
selaput yang merupakan bagian terluar dari suatu sel. Pada sel tumbuh-tumbuhan di luar membran sel masih ada dinding sel yang bersifat sebagai pelindung dari sel tersebut.

Mikroskop.
Alat untuk melihat mahluk atau benda-benda yang berukuran sangat kecil. Mikroskop cahaya (biasa) merupakan kombinasi dari beberapa lensa dan dapat menghasilkan pembesaran bayangan sampai dengan 1000 kali.
Mikroskop elektron menggunakan prinsip gerakan electron dan dapat menghasilkan pembesaran sampai dengan 400.000 kali.

Myalgia,
nyeri-nyeri otot.

Neurit,

bagian dari Neron (lihat penjelasan pada Neuron)

Neuromuskular.
Otot dan syaraf. Berkaitan dengan saling berkaitnya fungsi otot dan syaraf.

Neuron, Sel syaraf.
Sel syaraf berfungsi seperti kabel yang menyalurkan rangsang syaraf dari dan ke organ-organ. Sel-sel syaraf (neuron) terdiri dari badan sel dan dua macam tonjolan yang menjulur panjang, yaitu Dendrit, yang berfungsi menerima rangsang dari luar sel dan menyalurkannya ke dalam badan sel, dan Neurit yang berfungsi untuk menyalurkan rangsang ke luar dari badan sel.

Oedema,
pengumpulan cairan yang tidak normal pada ruang-ruang antar sel atau rongga-rongga tubuh.

Opak, opaque,
tidak tembus cahaya/sinar. Contoh: benda / zat yang tidak tembus sinar rontgen sehingga dapat terlihat pada foto rontgen disebut benda / zat yang radio-opaque. (lihat juga translusen / radiolusen).

Palpitasi.
(Jantung) berdebar-debar.

Patofisiologi,
Ilmu yang mempelajari kelainan / penyimpangan faal (fungsi-fungsi) organ tubuh. Penjelasan tentang bagaimana suatu keadaan penderita dapat terjadi ditinjau dari segi ilmu faal (fungsi-fungsi organ tubuh).

Patomekanisme gejala,
Penjelasan tentang bagaimana mekanisme suatu gejala penyakit terjadi.

Pemeriksaan Fisis / pemeriksaan fisik
Pemeriksaan badaniah pasien dengan menggunakan panca indera. Pemeriksaan fisis biasanya dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratoris (labotatorium), ragiologis (roentgen) dan pemeriksaan lainnya.

Penularan Penyakit.
Cara berpindahnya penyakit dari orang sakit kepada orang sehat berbeda-beda untuk tiap jenis penyakit :
1. Melalui udara, contoh : TBC, Influenza, Dsb.
2. Melalui makanan/minuman, contoh: Disentri dan Demam typhoid.
3. Melalui agen perantara, contoh: Demam berdarah dengue, Penyakit kaki gajah Dsb.
4. Melalui kontak langsung, contoh: Penyakit Menular Seksual (PMS).

Petechiae.
Bintik-bintik merah pada kulit akibat adanya titik-titik darah yang keluar dari pembuluh darah ke jaringan bawah kulit.

Pewarnaan Gram.
Untuk melihat / mempelajari bakteri dan sel-sel mahluk hidup lain dengan menggunakan mikroskop, bahan / sediaan yang akan diperiksa terlebih dahulu diwarnai (diberi zat warna) dengan suatu metoda pewarnaan tertentu. Salah satu metoda pewarnaan yang sering digunakan adalah metoda pewarnaan Gram. Metoda pewarnaan Gram memberikan hasil ada dua kelompok bakteri, ada yang jadi berwarna biru dan ada yang menjadi kemerahan. Bakteri-bakteri yang pada pewarnaan Gram tampak berwarna biru disebut bakteri Gram positif, sedangkan bakteri-bakteri yang tampak berwarna kemerahan disebut bakteri Gram negatif.

Plasmoptysis.
keluarnya protoplasma dari dalam sel karena adanya kerusakan membran sel.

Prion,
sejenis protein abnormal yang mempunyai kemampuan merubah molekul protein lain menjadi abnormal juga. Prion tahan terhadap proses-proses denaturasi protein normal seperti penggunaan enzim protease, pemanasan, radiasi, desinfectans dan perendaman dengan formalin. Protein dalam bentuk normal yang mempunyai struktur seperti prion banyak terdapat di dalam tubuh mahluk hidup, protein ini disebut Prion related Protein (PrP). PrP yang telah berubah menjadi abnormal (prion) dapat menimbulkan penyakit pada mahluk hidup tersebut.
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh prion :
* Bovine spongiform encephalopathy , penyebab : BSE prion.
* Creutzfeldt-Jakob disease , penyebab : CJD prion.
* Gerstmann-Sträussler-Scheinker syndrome , penyebab : GSS prion.

Probiotik,
arti asalnya adalah untuk kehidupan. Sekarang istilah ini digunakan untuk konsentrat "mikroorganisme baik" yang diberikan kepada manusia atau hewan untuk menekan pertumbuhan "mikroorganisme jahat/patogen" yang menyerang manusia atau hewan tsb.

Prognosis,
Ramalan ilmiah (kedokteran) tentang perjalanan penyakit selanjutnya.

Protozoa.
Jasad renik yang merupakan hewan bersel tunggal (hanya terdiri dari satu sel), hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Beberapa protozoa yang dapat menimbulkan penyakit antara lain :
Amuba, penyebab penyakit Disentri amuba.
Plasmodium, penyebab penyakit Malaria.

Rickettsia,
Jasad renik yang paling kecil kedua setelah virus. Mirip dengan virus karena tidak mandiri, rickettsia membutuhkan sel hidup lain untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya, tetapi berbeda dengan virus jasad renik dalam golongan ini sudah mempunyai membran sel, enzim2 dan menggunakan oksigen dalam kehidupannya. Juga berbeda dengan virus, rickettsia dapat dibunuh dengan antibiotika yang tepat.

Reflex,
Reaksi suatu organ terhadap adanya suatu rangsangan, yang dilaksanakan tanpa melakukan analisis dari otak terlebih dahulu. Lengkung reflex adalah rantaian jalan yang ditempuh oleh rangsang syaraf, dimulai dari organ penerima (reseptor) misal kulit telapak kaki, kemudian disalurkan oleh sel-sel syaraf menuju otak, kemudian di otak langsung diteruskan kepada sel syaraf lain yang menuju ke organ yang akan memberikan reaksi, misal: otot-otot di kaki tersebut.

Resusitasi,
tindakan penyelamatan jiwa atau pemulihan kesadaran.

Resusitasi kardio pulmonal,
tindakan penyelamatan jiwa atau pemulihan kesadaran dengan memulihkan fungsi sistem peredaran darah (jantung) dan pernafasan.

Sel Sebacea,
sel-sel penghasil lemak di dalam kelenjar lemak yang biasanya terdapat pada folikel rambut.

Sepsis,
suatu keadaan kesehatan yang sangat gawat yang merupakan respons imunologis terhadap infeksi yang sangat luas atau karena masuknya sejumlah besar bakteri kedalam sirkulasi darah. Penderita biasanya mengalami demam tinggi disertai tanda-tanda penyebaran kuman ke jaringan-jaringan tertentu di seluruh tubuh. Sepsis dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ-organ dan atau pembekuan darah di dalam pembuluh darah.

Septum Interventricular
Sekat yang memisahkan ventrikel (bilik) kanan dan kiri pada jantung.

Symphysis.
pertemuan dua tulang yang menyatu (tidak merupakan sendi yang memungkinkan pergerakan/pergeseran diantara keduanya). Contoh : Symphysis pubis. Os pubis sebenarnya ada sepasang, kiri dan kanan, tetapi menyatu di Symphisis pubis.

Simtomatik.
Berhubungan dengan gejala. Pengobatan simtomatik adalah pengobatan dengan menghilangkan atau mengurangi gejala, misalnya demamnya diturunkan, rasa nyerinya dikurangi dsb.

Sinaps / Sinapsis,
celah antara ujung sel syaraf dengan ujung dari sel syaraf lainnya pada persambungan dua buah sel syaraf (neuron).

Sinister / Sinistra,
kiri, disebelah kiri.

Serum.
Cairan bening yang merupakan bagian dari darah, yaitu cairan plasma darah yang sudah tidak mengandung zat-zat atau faktor-faktor pembekuan darah. Di dalam pembicaraan tentang imunisasi biasanya diartikan serum darah (manusia atau binatang) yang sudah mengandung zat anti terhadap penyakit tertentu karena telah pernah terinfeksi oleh kuman penyebabnya, baik yang terjadi secara tidak sengaja (karena sakit) ataupun yang terjadi dengan sengaja (binatang penghasil serum tersebut dibuat terpapar bagian dari kuman atau kuman yang sudah dilemahkan) agar dapat digunakan sebagai pengobatan atau imunisasi pasif untuk seorang pasien yang menderita atau yang dikhawatirkan akan menderita penyakit akibat kuman tersebut.

Sonolusen,
Bening tak ada gangguan suara (echo) pada Ultrasonografi (USG). (lihat juga translusen).

Spora.
Bentuk tak aktif dari bakteri, protozoa atau jamur yang bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya bila berada di dalam lingkungan yang tak tak menyokong hidupnya. Spora biasanya sulit dibunuh karena berdinding tebal sehingga sangat tahan panas.

Syok.
Gangguan pada sistem sirkulasi darah (jantung dan pembuluh-pembuluh darah) yang berakibat kegagalan sistem tersebut untuk mensuplai makanan dan oksigen dalam jumlah yang cukup kepada seluruh jaringan tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme jaringan tersebut untuk dibuang melalui sistem pembuangan. Penderita syok akan mengalami gejala pusing/sakit kepala berat, penurunan kesadaran. Tekanan darah menurun drastis sampai 0/0, denyut nadi menjadi cepat tetapi pada perabaan melemah bahkan sampai tak teraba. Keadaan syok pada tingkat yang masih ringan sebelum terjadinya gangguan sirkulasi total disebut Presyok.

Transfusi darah.
Pemindahan darah dari seseorang kepada orang lain yang membutuhkan. Pemberi darah disebut donor dan penerimanya disebut resipien. Transfusi sebaiknya dilakukan dengan golongan darah yang sama, karena bila golongan darah donor berbeda dengan golongan darah resipien dapat terjadi hemolisis. Bila seseorang sangat membutuhkan penambahan darah melalui transfusi, padahal tak ada donor yang mempunyai golongan darah yang sama, maka dapat dilakukan transfusi dari donor dengan golongan darah tertentu (lihat skema) dengan sangat berhati-hati dan terlebih dahulu melakukan test kompatibilitas darah donor dan resipien.

Translusen / transluscent,
bening, tembus cahaya/sinar. Contoh: benda / zat yang tembus sinar rontgen sehingga tidak terlihat pada foto rontgen disebut benda / zat yang radioluscent. (Lihat juga opaque)

Truncus pulmonalis,
pembuluh darah yang keluar dari (conus arteriosus) ventrikel kanan jantung. Arteri ini kemudian bercabang dua menjadi Arteri pulmonalis kiri dan Arteri pulmonalis kanan yang membawa darah menuju ke paru-paru kiri dan kanan.

Urolithiasis,
penyakit batu saluran kemih.

Vaksin.
Mikroorganisme atau bagian dari mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dimatikan, yang digunakan untuk merangsang tubuh agar membentuk zat anti terhadap mikroorganisme tersebut, dalam upaya melakukan pencegahan penyakit yang ditimbulkannya.

Varices,
pelebaran pembuluh-pembuluh darah balik (vena) di bawah kulit.

Varikokel / varicocele,
pelebaran pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang ada di kantung buah zakar (scrotum).

Vektor.
Binatang, biasanya artropoda, yang menjadi perantara berpindahnya mikroorganisme penyebab suatu penyakit dari orang sakit ke orang yang sehat. Contoh : Nyamuk Aedes aegypti memindahkan virus dengue sehingga menularkan penyakit Demam berdarah.

Villus (villi) Chorialis,
tonjolan-tonjolan dari lapisan chorion yang berhadapan berkontak dengan dinding rahim.

Virus.
Mahluk hidup yang terkecil, yang tak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, tetapi harus menggunakan mikroskop elektron. Tidak seperti bakteri atau protozoa mahluk ini tidak dapat digolongkan ke dalam kelompok tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain :
Demam Berdarah
Polio / Poliomyelitis Acuta.
Rabies.

Ureum / Urea,
suatu zat yang merupakan sisa metabolisme protein. Ureum bersifat racun di dalam tubuh, pengeluarannya dari tubuh melalui ginjal, berupa air seni (urine). Bila ginjal rusak atau kurang baik fungsinya maka kadar ureum darah dapat meningkat dan meracuni sel-sel tubuh, keadaan tersebut disebut uremia.

Vital,
Hidup, diperlukan untuk hidup.

Wabah.
Terjadinya kasus-kasus suatu penyakit yang dalam waktu singkat mencapai jumlah yang sangat banyak.

Yellow Fever (Demam Kuning),
suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penderitanya akan mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, muntah, sakit otot-otot dan tulang belakang. Setelah itu penyakit akan mereda sesaat tetapi kemudian dapat berlanjut dengan syok, perdarahan, dan gagal ginjal dan hati. Kegagalan fungsi hati akan menyebabkan kulit dan sklera mata menjadi kekuningan sehingga penyakit ini disebut sebagai demam kuning. Penyakit ini berbeda dengan sakit kuning (hepatitis) yang biasa terjadi di Indonesia. Penyakit ini hanya terdapat di Afrika dan Amerika Selatan, pelancong yang akan mengunjungi wilayah-wilayah tersebut sebaiknya melakukan vaksinasi terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar